Rabu, 20 Februari 2013
Yes, we really are.
"Its back to the way we started, strangers." Yes, us. And yes, we really are strangers. Totally.
Kata mutiara dari sang juara.
"Papa lihat kamu udah jarang sholat sekarang, Cha" tuturnya sembari jalan dan membawa piring.
Lalu aku terdiam sejenak, dan meresapi kata-katanya.
"Kita sebagai manusia yang beragama, iman harus bertambah disetiap harinya. Kalo orang imannya bertambah, dia termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung. Kalo dia lalai mengerjakan ibadah atau tidak pernah sama sekali, dia lah termasuk orang-orang yang akan memasuki mulut neraka. Dan kalo orang yang imannya segitu-gitu aja, dia lah termasuk orang yang merugi" Tuturnya lagi.
Aku adalah orang yang berada dalam kategori ".....yang akan memauki mulut neraka". Terimakasih ayah, kata-katamu selalu mengingatkanku kepada dunia yang tidak kekal ini.
Lalu aku terdiam sejenak, dan meresapi kata-katanya.
"Kita sebagai manusia yang beragama, iman harus bertambah disetiap harinya. Kalo orang imannya bertambah, dia termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung. Kalo dia lalai mengerjakan ibadah atau tidak pernah sama sekali, dia lah termasuk orang-orang yang akan memasuki mulut neraka. Dan kalo orang yang imannya segitu-gitu aja, dia lah termasuk orang yang merugi" Tuturnya lagi.
Aku adalah orang yang berada dalam kategori ".....yang akan memauki mulut neraka". Terimakasih ayah, kata-katamu selalu mengingatkanku kepada dunia yang tidak kekal ini.
Selasa, 19 Februari 2013
Sabtu, 16 Februari 2013
Aku bermimpi bahwa suatu saat aku akan mampu menggabungkan semua karya tanganku menjadi sebuah halaman-halaman yang didepannya terpampang 'Karya, Novanda S' dengan bangganya.
Aku terus bermimpi melalui ilustrasi.
Mengarungi semua rasa sepi.
Tiada henti.
Aku selalu bingung dengan perasaan. Entah berlabuh di pelabuhan mana. Linglung.
Setiap hari selalu berkomunikasi tanpa pernah bertatap muka.
Setiap hari dia selalu mampu membuat canda tawa.
Lalu aku bertanya, "Sampai kapan aku terus menahan rasa, menahan air mata, menahan rindu, menahan hasrat untuk bertemu lalu berbagi cerita, lalu berpegang tangan lalu ada momen dimana akhirnya aku bisa merasakan nyamannya bersender disebuah dada, sampai kapan aku harus membisu dan terus tetap gagu?
Katanya sang pemimpi, masa takut mengutarakan keinginan? Payah kamu.
Lama-lama pikiran bisa pecah, lalu hati pun juga.
Pecah karena selalu sendiri, selalu berbagi kepada teman yang sama sekali tidak berbicara, berbagi kepada benda mati.
Itulah aku. Aku yang selalu pecah, aku yang selalu merasakan segala sesuatu sendiri tanpa bisa berbagi kepada mereka yang mampu berbicara, yang selalu berorasi "Aku bukan pengecut, aku cuma aku yang memiliki nyali............CIUT", ya itulah aku.
Aku sempat merasa mati rasa. Mungkin itu akan terjadi (lagi).
Aku terus bermimpi melalui ilustrasi.
Mengarungi semua rasa sepi.
Tiada henti.
Aku selalu bingung dengan perasaan. Entah berlabuh di pelabuhan mana. Linglung.
Setiap hari selalu berkomunikasi tanpa pernah bertatap muka.
Setiap hari dia selalu mampu membuat canda tawa.
Lalu aku bertanya, "Sampai kapan aku terus menahan rasa, menahan air mata, menahan rindu, menahan hasrat untuk bertemu lalu berbagi cerita, lalu berpegang tangan lalu ada momen dimana akhirnya aku bisa merasakan nyamannya bersender disebuah dada, sampai kapan aku harus membisu dan terus tetap gagu?
Katanya sang pemimpi, masa takut mengutarakan keinginan? Payah kamu.
Lama-lama pikiran bisa pecah, lalu hati pun juga.
Pecah karena selalu sendiri, selalu berbagi kepada teman yang sama sekali tidak berbicara, berbagi kepada benda mati.
Itulah aku. Aku yang selalu pecah, aku yang selalu merasakan segala sesuatu sendiri tanpa bisa berbagi kepada mereka yang mampu berbicara, yang selalu berorasi "Aku bukan pengecut, aku cuma aku yang memiliki nyali............CIUT", ya itulah aku.
Aku sempat merasa mati rasa. Mungkin itu akan terjadi (lagi).
Jumat, 08 Februari 2013
Bisu.
Antara ingin menyapa dan tidak. Otak dan hati saja harus berdebat dulu. Dan pada akhirnya hanya bisa gagu dan bisu.
Selasa, 05 Februari 2013
Diantara sela-sela.....
Dan akhirnya, mulut selalu berkata jujur bahwasanya aku acapkali terjebak dalam.............. Nostalgia.
Langganan:
Postingan (Atom)
